11.26.2010

Rahasia di Balik Jari Pada Pria

Panjang jari setiap orang tidak selalu sama. Yang paling menonjol adalah, ada orang yang jari manisnya lebih panjang dari jari telunjuk atau sebaliknya. Ternyata rahasia dua jari ini berkaitan dengan kepribadian seseorang. Perbandingan panjang dua jari tersebut berhubungan dengan kondisi hormonal saat berada dalam kandungan dan mempengaruhi kepribadian seseorang saat tumbuh dewasa. Jari telunjuk yang lebih pendek dari jari manis disebut 'rasio rendah', sebaliknya jari telunjuk yang lebih panjang dari jari manis disebut 'rasio tinggi'.


Dikutip dari Sciencedaily, Rabu (10/11/2010), perbedaan panjang kedua jari ini dipicu oleh paparan hormon testosteron selama berada dalam kandungan yang berbeda-beda pada setiap orang. Selain mempengaruhi perkembangan kepribadian, hormon ini juga sering dikaitkan dengan tingkat kecerdasan.


Berbagai penelitian telah membuktikan hubungan tersebut. Di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Pria yang memiliki panjang jari dengan rasio rendah (telunjuk lebih pendek dari jari manis) cenderung lebih berani ambil risiko dalam membuat keputusan.
Keberanian itu terutama muncul dalam 3 hal yakni rekreasional, sosial dan finansial. Keberanian rekreasional antara lain ditunjukkan dengan memilih jenis olahraga yang menantang, keberanian sosial dengan pergaulan yang luas sedangkan keberanian finansial paling tampak ketika bermain saham.

"Pada umumnya wanita lebih tertarik pada pria yang bugar secara fisik, tegas dalam bergaul dan tentu saja kaya. Pria dengan rasio rendah lebih diuntungkan dalam hal ini," ungkap Gad Saad, peneliti dariConcordia University.


Menariknya, hubungan antara rasio panjang jari tangan dengan kepribadian hanya ditemukan pada pria. Padahal penelitian yang dilakukan Saad dan rekan-rekannya juga melibatkan sejumlah partisipan wanita, namun pada kelompok ini rasio panjang jari tidak terlalu berpengaruh.

2. Pria yang memiliki panjang jari dengan rasio tinggi (telunjuk lebih panjang dari jari manis) lebih setia pada pasangannya.
Fakta ini terungkap dalam penelitian para ahli purbakala di Liverpool University terhadap sejumlah fosil manusia purba. Spesies manusia yang diteliti adalah Homo naenderthalensis, Ardipithecus ramidus,Australopithecus afarensis dan Homo sapiens.

Dari keempat spesies yang diteliti, Homo naenderthalensis dan Ardipithecus ramidus cenderung memiliki rasio rendah pada panjang jari tangannya. Ternyata, panjang jari dengan rasio rendah tersebut mempengaruhi kecenderungan poligami atau berganti-ganti pasangan pada kedua spesies tersebut.


Satu lagi misteri di balik ukuran jari manis pria yang lebih panjang. Kini peneliti menemukan pria yang memiliki jari manis lebih panjang dari telunjuk berisiko terkena kanker prostat lebih tinggi.

Peneliti dari Gachon University mengamati 366 pria berusia rata-rata 40 tahun yang datang ke rumah sakit dengan keluhan sakit saat buang air kecil. Gangguan tersebut merupakan salah satu gejala kanker prostat.

Peneliti lalu mengukur panjang jemari pada telapak tangan kanan para pria tersebut, mulai dari pangkal hingga ujungnya. Ternyata, pria-pria tersebut memiliki jari manis yang cenderung lebih panjang dibandingkan telunjuk.

Hasil pengukuran lalu dibandingkan dengan tes darah. Dugaan bahwa panjang jari berhubungan dengan kanker prostat terbukti, sebab kadar prostate specific agent (PSA) teramati 2 kali lebih tinggi dibandingkan pria normal.

PSA merupakan senyawa yang digunakan sebagai indikator pada kanker protat. Apabila ditemukan dalam kadar yang lebih tinggi, maka risiko kanker prostat otomatis juga lebih besar.

Pengukuran dilakukan pada tangan kanan karena perbedaan panjang jari biasanya teramati dengan lebih jelas pada sisi tersebut. Para ahli juga mengungkap, ini disebabkan karena tangan kanan lebih banyak dipengaruhi oleh kondisi hormonal selama dalam kandungan.

Salah satu hormon yang berpengaruh adalah testosteron, yang ternyata juga menstimulasi terbentuknya sel kanker. Penelitian sebelumnya mengungkap, jari manis akan menjadi lebih panjang jika kadar testosteron saat dalam kandungan lebih tinggi.

"Perbedaan panjang jari manis dengan telunjuk disebut dengan digit ratio. Karena sebanding dengan kadar PSA yang tingggi, maka digit ratio bisa dipakai untuk memprediksi risiko kanker prostat," ungkap para peneliti dalam laporan yang dimuat oleh jurnal Urology, dikutip dari Dailymail, Rabu (21/72010).

Sebelumnya penelitian yang dilakukan peneliti dari University of Mainz, Jerman menemukan pria yang memiliki jari manis yang panjang cenderung menyetir lebih cepat, menyukai bahaya, selalu mengambil risiko dan sering parkir sembarangan.

Sedangkan peneliti dari The University of Liverpool's School of Archaeology, Classics and Egyptologymengungkap pria dengan jari-jari yang panjang lebih temperamental. Peneliti menemukan hubungan antara panjang jari dengan emosi dan sifat seseorang, terutama sifat maskulin, agresif dan temperamental.



Sebagian orang tidak menyadari bahwa terdapat perbedaan antara panjang jari telunjuk dan jari manis dan perbedaan ini bisa mempengaruhi kepribadian. Pria dengan jari manis lebih panjang dari jari telunjuk bahkan berpotensi menjadi orang kaya.

Perbandingan panjang antara jari telunjuk dan jari manis berhubungan dengan kondisi hormonal saat berada dalam kandungan dan tentunya akan mempengaruhi kepribadian seseorang saat tumbuh dewasa.

Penelitian di Concordia University menemukan bahwa tingkat testosteron dapat mempengaruhi rasio panjang jari, baik pada wanita dan pria. Namun, ciri kepribadian secara langsung hanya dapat diperoleh dari jari pria.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pria dengan jari manis lebih panjang daripada jari telunjuk memiliki kadar hormon testosteron yang lebih tinggi daripada pria dengan jari telunjuk lebih panjang.

Hal ini karena kondisi hormon testosteron yang tinggi pada pre-natal (sebelum lahir) tidak hanya mempengaruhi perkembangan otak janin, tetapi juga memperlambat pertumbuhan jari telunjuk relatif terhadap empat jari lainnya kecuali jempol.

Dan kadar testosteron tinggi akan membuat pria cenderung memiliki sifat lebih berani mengambil risiko dalam membuat keputusan.

"Hasil penelitian kami menunjukkan adanya hubungan antara testosteron tinggi dan pengambilan risiko dalam 3 bidang, yaitu rekreasi, sosial dan finansial," jelas Eric Stenstrom dari Concordia University, Kanada, dilansir Telegraph, Selasa (16/11/2010).

Keberanian rekreasional antara lain ditunjukkan dengan memilih jenis olahraga yang menantang, keberanian sosial dengan pergaulan yang luas, sedangkan keberanian finansial paling tampak ketika bermain saham.

Menurut Stenstrom, penelitian sebelumnya juga telah mengaitkan antara kadar testosteron tinggi dengan perilaku berisiko dan kesuksesan finansial.

"Orang dengan testosteron tinggi akan berani ambil risiko terutama dalam bermain saham, sehingga lebih berpotensi menjadi orang kaya di kemudian hari. Selain itu, orang dengan sifat seperti ini juga banyak disukai wanita," jelas peneliti utama, Professor Gad Saad.

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Personality and Individual Differences.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar