[GirL:]
Here I am on my own
Trying hard to let go
Wish I could say goodbye
To a love I tried hard to deny
No I can't run from the past
I'm holding on to a dream that won't last
Truly forever my love is just for you
But now you belong to someone new
Dreaming that someday, I'd share my life with you
I'm hoping, you feel the same way too
[Boy:]
If only I cud turn back time
To the place where I first saw your sweet smile
Cause there in your eyes, I saw something true
And I just can't erase, these memories of you
Truly forever my love is just for you
This heart was never meant to someone new
Dreaming that someday, I'd share my life with you
I'm hoping, you feel the same way too
And all my life (all my life)
Is just for you...
Do you feel it too? (Do you feel it too?)
Truly Forever... (Truly Forever)
My Baby Forever Only for you... (Only for you)
And now it's too late (But now it's too late)
Time did not wait (Time did not wait)
Maybe, it's better left unsaid
I wish that you
Somehow knew
That deep inside
I feel the same way too...
More lyrics: http://www.lyricsmode.com/lyrics/c/christian_bautista/#share
12.28.2010
Stars by Lala
You like to look at the stars...
You know the constalations...
And you'd show me with that smile...
A smile that's worth a while...
Every little thing that you do...
Release me from my blue...
And all the little things that you do...
So lovely and i love you...
You look so bright tonight...
Each time that i lie, touches your eyes...
I wish this moment to stay...
I wouldn't want it to go away...
'coz every little thing that you do...
Release me from my blue...
All the little thing that you do...
So lovely and i love you...
I look up to the skies...
Imagine you will recess my mind...
I knew it from the start..
You belong here in my heart...
In my whole world... oh yeah...
Wooohh... oh yeahhh....
'coz every little thing that you do...
Release me from my blue...
And all the little things that you do...
So lovely and i love you...
You like to look at the stars...
You know the constalations...
And you'd show me with that smile...
A smile that's worth a while...
Lala, Artis Indonesia yang Lebih Populer di Filipina
Terkenal dan Ciptakan Lagu karena Kesabaran
Bagi sebagian orang, mendulang rezeki lebih baik di negeri sendiri. Namun, tidak demikian halnya bagi Karmela Mudayatri Herradura Kartodirdjo alias Lala. Dia lebih dikenal dan punya banyak penggemar di Filipina.
Sekitar 2004 sampai awal 2006, Lala memulai karir sebagai pemain sinetron. Ada beberapa sinetron yang mempertontonkan akting Lala. Di antaranya, Senandung Masa Puber, Di Sini Ada Cinta, dan Incredible Tales.
Selain sinetron, penyanyi yang baru merilis album terbaru, Star, itu giat berlatih dan manggung bersama grup bandnya, Inersia. Mereka juga merilis album secara indie alias nonlabel. ”Tapi, waktu itu band indie susah dikenal. Akhirnya ya begitu saja lewat,” ucap Lala saat wawancara di Hotel Gran Mahakam, Kamis (27/11).
Namun, tanpa disangka, lagu berjudul Bersama yang menjadi andalan dalam albumnya itu mengantarkan Lala menjadi seorang penyanyi solo. “Suatu hari, my friend from Filipina main ke Indonesia dan dengar itu lagu. Dia suka dan minta lagunya untuk ditawarkan ke temannya di Warner Music Filipina,” ungkap Rose Marie, ibu kandung Lala kelahiran Filipina, yang juga bergabung saat wawancara.
Beberapa saat kemudian, Lala ditawari rekaman. Namun, tawaran pertama itu terpaksa ditolak karena dirinya harus menyelesaikan kuliah dan masih punya kontrak syuting sinetron. ”Aku bilang tunggu lulus,” kenang Lala yang kini sudah menyandang gelar sarjana sastra Inggris dari Universitas Indonesia tersebut.
Pada 2006, dia lulus kuliah. Sekitar Juni berangkat ke Filipina untuk meraih cita-citanya, menjadi penyanyi. ”Sejak kecil aku memang senang menyanyi dan sangat menginginkannya,” tegas perempuan kelahiran 2 April 1985 tersebut.
Meski begitu, semua tak seindah yang dibayangkan. Lala harus bersabar sekitar enam bulan karena nasibnya terkatung-katung. ”Menunggu jadwal rekaman tanpa kepastian. Butuh kesabaran ekstra,” ujar bungsu di antara tiga bersaudara dari pasangan Eko Kartodirdjo dan Rose Marie itu.
Tapi, dia tidak tinggal diam. Perempuan berkulit putih tersebut mengisi hari demi harinya dengan bekerja paro waktu di perusahaan contain provider di sana. ”Jadi, aku bikin kata-kata untuk SMS, kuis yang seperti ketik reg bla bla bla. Ya begitu-begitu lah,” jelasnya.
Menurut dia, pekerjaan itu cukup lumayan. Gajinya cukup untuk makan dan belanja. Untuk tempat tinggal, Lala aman karena ada rumah neneknya. ”Aku kerja mulai pagi sampai sore,” ujarnya.
Malamnya, dia mengisi dengan hobi, yaitu bermain musik. Dia berkenalan dengan beberapa pemusik di sana, salah satunya saudaranya. ”Bandnya aku kasih nama Djiwa karena kami main musik harus dengan jiwa. Mereka senang aku kasih nama itu,” ungkap Lala bangga.
Tidak sekadar berlatih, Lala juga manggung dari kafe ke kafe di Manila. Dari kegiatan tersebut, Lala sang vokalis banyak kenal musisi dan artis Filipina. ”Dapat uang tambahan juga,” katanya.
Di tengah kesibukan, dia tetap sering teringat pada tawaran rekaman. Bagaimanapun, menurut dia, rekaman itu penting karena merupakan jembatan untuk menjadikan dirinya penyanyi profesional. ”Sampai suatu hari, aku bosan. Saat merenung di toilet, tercipta lagu Waitin ini,” jelasnya.
Awal 2007, saat yang ditunggu itu tiba. Lala rekaman dan menjadi penyanyi Filipina asal Indonesia yang sudah dikenal. Lagu Waitin menjadi salah satu lagu andalan dalam albumnya yang berjudul Star. ”Di antara delapan lagu, enam lagu aku ciptakan sendiri. Memang semua bahasa Inggris. Tapi, aku ingin bilang ke semua orang bahwa aku orang Indonesia,” tegasnya.
Track List :
01. Waitin
02. Unperfect
03. What About You
04. Better Off Alone
05. Stars
06. Unsaid (Feat. Christian Bautista)
07. It’s You
08. Not Your Ordinary Girl
09. Unperfect (Acoustic)
10. What About You (Acoustic)
01. Waitin
02. Unperfect
03. What About You
04. Better Off Alone
05. Stars
06. Unsaid (Feat. Christian Bautista)
07. It’s You
08. Not Your Ordinary Girl
09. Unperfect (Acoustic)
10. What About You (Acoustic)
12.27.2010
Brungkat
Srawung Seni Candi Sukuh
Candi Sukuh, Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah
Jumat, 31 Desember 2010, 15.00 WIB
Brungkat merupakan pertunjukan teater produksi ke-12 Seni Teku, Yogyakarta. Pertunjukan yang disutradarai Ibed Surgana Yuga ini mencoba untuk mengakrabi ruang sejarah, ruang mitologi, ruang sosial-budaya dan ruang fisik yang melingkupi Candi Sukuh, dengan perspektif imajinasi ruang dan waktu kekinian.
Brungkat tidak berangkat dari naskah lakon tertulis. Teks pertunjukan dicomot dari berbagai teks yang berseliweran pada Candi Sukuh di Gunung Lawu. Teks-teks itu antara lain, sejarah keberadaan candi yang berkaitan dengan migrasi orang-orang Majapahit ke Gunung Lawu, teks hubungan sosial-budaya antara candi dan masyarakat sekitar, teks-teks mitos yang direliefkan di candi—seperti mitos Dewa Ruci dan mitos Garudea.
Brungkat tidak bertendensi untuk menjadi pertunjukan yang merefleksi hubungan manusia (Indonesia) kini dengan keberadaan peninggalan kuno (Candi Sukuh) beserta berbagai teks yang ada di dalamnya. Brungkat hanya sebuah peristiwa (pertunjukan) yang sekadar melintas di ruang yang ditinggalkan masa lalu, yang barangkali seperti lintasan sejarah yang patut dicatat atau dilupakan.
Pelaku: Marya Yulita Sari, Andika Ananda, Mochalmad Jibna, Dina Triastuti, Penata Panggung: Miftakul Efendi, Agus Salim Bureg,Penata Bunyi: Lintang Radittya, Febrian Eko Mulyono, Penata Rias: Nanang Arizona, Pimpinan Produksi: Dina Triastuti, Sutradara & Ide Teks: Ibed Surgana Yuga.
Seni Teku merupakan komunitas seni yang berdomisili di Yogyakarta, Indonesia, dengan aktivitas utamanya menciptakan seni pertunjukan. Didirikan di Yogyakarta pada 1 Maret 2005, Seni Teku menciptakan seni pertunjukan berdasarkan eksplorasi terhadap berbagai aspek dan bentuk folklor dari berbagai wilayah budaya tradisi yang ada. Pertunjukan Seni Teku mengedepankan konsep mengakrabi ruang serta meminimalkan atau melenyapkan jarak antara pertunjukan dengan penonton.
Pondok Bambu Kuning, Cabean, Jl. Parangtritis KM 7 Sewon, Bantul, Yogyakarta 55188, Indonesia.
12.01.2010
Sempene Riau Teater “Makan” untuk “M A K A N”
Mama berkata:
“Aku selalu turuti apa kalian,...
aku memelihara kalian,...
aku menyuapi kalian,...
mengganti baju kalian,...
mengajar kalian berjalan, juga mencuci kotoran-kotoran kalian,...
Tak jarang aku juga menampung nafsu-nafsu kalian.
Kalian semua anak-anakku,
meski kalian tak pernah mengakuainya.
Dimata kalian aku hanya seperti kuah basi yang jatuh di meja makan.
Sekarang kalian minta ku telanjang? Kalian hanya
akan melihat kotoran-kotoran kalian sendiri!!...Tapi, ...aku
tak berat hati melakukannya. TIDAK. ....
Demikian sedikit sinopsis dari “Makan” yang akan di pentaskan Sempene Riau Teater pada Sabtu 4 Desember 2010 pukul 19.30 nanti di Balai Dang Purnama Rengat Inhu (Riau). Sebuah naskah karya Benny Yohanes atau yang lebih dikenal dengan BenJon ini disutradarai oleh Ade Puraindra, mahasiswa lulusan ISI Yogyakarta yang juga salah satu peraih Program Kompetitif Magang Nusantara Kelola HIVOS 2010.
Pada pertunjukan nanti, “Makan” masih menawarkan dan berbicara banyak tentang distorsi dalam struktur indera manusia. Sang sutradara mencoba mengemasnya dan menyampaikan rasa kepada penonton, “rasa tidak nyaman,...tapi penasaran,... menuju titik katartis tontonan atau meny(u)-suci-kan jiwa serta pengkristalan ide-ide yang telah (akhirnya) disampaikan dalam pertunjukan yang utuh”. Intinya, sebagai penonton yang duduk di bangku penonton (sangat diharapkan tidak berdiri kerena akan mengubah persepsi kesimpulan akhir pertunjukan), penonton diharapkan memaknai pertunjukan ini tidak sepenggal-sepennggal saja karena “Makan” adalah keutuhan yang tidak dapat dipecah-pecah. Dalam proses rencana kerjanya sendiri, naskah “ Makan” sudah menjadi buah pikiran sejak pertengahan 2005 silam. Sedikit demi sedikit bangunan kerangka dan landasan teknik penyutradaraan mulai dirangkakan. Beberapa teknik yang akan muncul menjadi tontonan utuh juga merupakan bertitik tolak dari proses terdahulu dengan naskah berbeda yang sudah Ade sutradarai, diantaranya: ROH (Wisran hadi, pentas tahun 2007 dan 2008), PRALAYA (Fedli Aziz, pentas tahun 2008), RANGGUNG Dalam Perjuangan (Salimi Yusuf, dipentaskan tahun 2009), GeGeR 5 JANUARI (sempeneRIAUteater, dipentaskan tahun 2010) dan pertunjukan teater dadakan dalam event Gagas Teater tahun 2010 yang berjudul 1x1 = 8 Kosong yang apabila sedikit banyak diikuti ritme kalaan pentas tersebut sudah dapat dipastikan mampu menarik kesimpulan teknik taktis pertunjukan yang agak lebih sempurna pada penyutradaara naskah kali ini.
Ada yang unik dari petunjukan “Makan” yang akan dibawakan Sempene Riau Teater. Aktor-aktor dan artis-artisnya yang akan berlakon dihasilkan dari proses casting terbuka yang kemudian menghasilkan artis-artis dan aktor-aktor dengan pribadi unik yang memiliki keragaman karakteristik laku personal yang memiliki kekhasan masing-masing. Tidak hanya itu, penciptaan artistiknya menggunakan bahan yang selama ini mungkin dianggap kurang berguna bahkan dikategorikan sebagai limbah. Namun dengan proses kreatifnya mereka kembali memproduksi dan menginovasi bahan-bahan tersebut menjadi properti pendukung pementasan. Tidak hanya itu, mereka juga memanfaatkan ide artistik dalam fokus aplikasi multimedia dan audio software terkini. Sedangkan, dalam menyingkapi makna simbolik yang hadir melalui semiotika dalam rangkaian seluruh pertunjukan ini, menurut sang sutradara, tidaklah memerlukan pendalaman yang detail. Penonton atau penikmat hanya diwajibkan emmiliki 3 pisau tajam, yaitu pisau untuk mampu mengupas “Makan” melalui persepsi psikologis, sosiologis, nalar, naratif yang estetis dari dialog. Maka hadirlah artistik multifungsi tersebut dalam “Makan”.
Dalam pementasannya kali ini, Ade tidak hanya menawarkan gagasan, namun juga mengharapkan sebuah kesimpulan yang nantinya menjadi landasan teknik penciptaan, teknik penyutradaraan, konsep garapan, ide gagasan artistik, barometer observasi naskah dan analisis naska pada proses kreatif “MAKAN” empisodik dari “makan” yang akan ditampilkan Sempene Riau Teater, paraih 3 kategori pada Gelora Teater Riau XI 2009. (Eci Saka)
Tim "Makan" Sempene Riau Teater
Pementasan "Makan" karya BenJon yang akan dipentaskan oleh komunitas Sempene Riau Teater pada Sabtu, 4 Desember 2010 pukul 19.30 bertempat di Balai Dang Purnama Rengat, Indragiri Hulu (Riau) terdiri dari tim kreatif dan kerabat pendukung sebagai berikut:
Sutradara dan Dramaturgi : Ade Puraindra
Pelaku
1. Diki Wansa : Sase Dampak SMK N 1 Rengat
2. Jefri Januardi : Sase Dampak SMK N 1 Rengat
3. Yelli Fitria Sari : Sase Dampak SMK N 1 Rengat
4. Adhe Selvia .A : Sase Dampak SMK N 1 Rengat
5. Riri Amanda Fitriana : SSDR Te SMA N 1 Rengat
6. Rita Gusna Rianda Lubis : SSDR Te SMA N 1 Rengat
7. Nina Krenina : SSDR Te SMA N 1 Rengat
8. Ravico Despioni : SSDR Te SMA N 1 Rengat
9. Regina Reverly : SSDR Te SMA N 1 Rengat
10. Anniza Qanitah : Satepensa SMP N 1 Rengat
11. Esthi Bayu Warapsari : sempeneRIAUteater INDRAGIRI HULU
Pendukung Musik
1. Said Fitriadi : sempeneRIAUteater INDRAGIRI HULU
2. Sunarto KS : sempeneRIAUteater INDRAGIRI HULU
3. Rengga Jamel : sempeneRIAUteater INDRAGIRI HULU
4. Syafrinaldi : sempeneRIAUteater INDRAGIRI HULU
5. M. Fajar Ramadhan : sempeneRIAUteater INDRAGIRI HULU
6. Erymasnetty : sempeneRIAUteater INDRAGIRI HULU
Artistik dan Crew
1. Rhamdani Syami : sempeneRIAUteater INDRAGIRI HULU
2. Asrul Muhda : sempeneRIAUteater INDRAGIRI HULU
3. Ricky Handra : sempeneRIAUteater INDRAGIRI HULU
4. Rhido Kurniawan : Laskar Panggung
Stage Manager : Salimi Yusuf (MINI TEATER RENGAT)
As. Stage manager : Deri Ramunda (Laskar Panggung)
Tim Produksi
Ketua Produksi : Sri Maila Sari (Laskar Panggung)
Crew Produksi
1. Riza Risdanty : Satepensa SMP N 1 Rengat
2. Rasida Amelia : LIP Teater SMA PGRI Rengat
3. Dely Alfia. E : Sase Dampak SMK N 1 Rengat
4. Syawal Cahyo : sempeneRIAUteater
5. Dessy Kamila Sari : Laskar Panggung
6. Scholastica Eki Cahyaningrum : Laskar Panggung
Kerabat Kerja
Lembaga Seni Mini Teater Rengat
Laskar Panggung Rengat
Sanggar Seni Danau Raja SMA N 1 Reangat
Sanggar Seni Dayung Serempak SMK N1 Rengat
Lingkaran Independent PGRI Teater – SMA PGRI Rengat
Muh Teater SMA MUHAMMADIYAH Rengat
Sateoensa SMPN 1 Rengat, SMPAN SMP N 4 Rengat
DISPORANUDSATA KABUPATEN INDERAGIRI HULU dan
DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA PROVINSI RIAU serta pihak
TAMAN BUDAYA RIAU
PERSIAPAN SEBELUM “M.A.K.A.N”
H-4 sebelum pementasan Sempene Riau Teater. Semua persiapan semkin dikerahkan dan semangat pun semakin menyala.
Ya, 3 hari lagi Sempene Riau Teater akan tampil kembali dengan membawakan “Makan” karya Benny Yohanes atau yang nama panggungnya lebih dikenal dikenal dengan BenJon. Ada yang beda dengan pementasan kali ini, dikarenakan artis dan aktor yang akan berlakon dihasilkan dari proses casting terbuka yang kemudian menghasilkan artis-artis dan aktor-aktor dengan pribadi unik yang memiliki keragaman karakteristik laku personal yang memiliki kekhasan masing-masing. Liat aja semangat latihan dan persiapan teman-teman Sempene Riau Teater menjelang hari H.
Latihannya sampai merangkak segala
Latihan di atas panggung
Berbagai properti dan semua yang dibutuhkan juga sudah dipersiapkan. Dan g cuma tim pelakon saja yang semangat latihan, tapi tim musik, tim artistik, dan tim produksi g kalah semangat mempersiapkan pementasan kali ini.
Persiapan properti
Pementasan ini akan diselenggarakan pada Sabtu besok, 4 Desember 2010 pukul 19.30 bertempat di Balai Dang Purnama Rengat Inhu (Riau).
Sabtu besok Sempene Riau Teater pentas di sini
11.26.2010
Curhat Pria
Pria dan wanita memang sulit untuk memahami satu sama lainnya, apalagi menyatukan pemikirannya. Namun tidak ada salahnya bila kita belajar untuk saling memahami satu dan lainnya demi meminimalis kesalahpahaman. dan here ladies for you...
Wanita memang ingin selalu dimengerti dan sebenarnya diam-diam pria berusaha untuk memahami wanita. Namun pria sering bingung menebak-nebak apa yang sebenarnya diinginkan kaum wanita, sementara para wanita sering tidak mengutarakan keinginannya dengan jelas. Mungkin kita perlu tahu beberapa hal ini agar mampu meminimalis sedikit kesalahpahaman yang sering terjadi diantara pria dan wanita.
Menguji Perhatian
Sumber: Andinna (Cosmopolitan Indonesia) & berbagai.
Wanita memang ingin selalu dimengerti dan sebenarnya diam-diam pria berusaha untuk memahami wanita. Namun pria sering bingung menebak-nebak apa yang sebenarnya diinginkan kaum wanita, sementara para wanita sering tidak mengutarakan keinginannya dengan jelas. Mungkin kita perlu tahu beberapa hal ini agar mampu meminimalis sedikit kesalahpahaman yang sering terjadi diantara pria dan wanita.
Menguji Perhatian
Pria cenderung membosankan dan belum tentu mau melakukan apa yang wanita inginkan atau menyetujui pendapatnya.Makanya, Anda mencari cara lain yang lebih halus untuk menyampaikannya walaupun terkesan manipulatif. Anda juga sering menggunakannya untuk menguji perhatian si dia terhadap Anda.
Sejuta Makna
Saat pria berkata “Saya lelah”, biasanya ini berarti bahwa mereka betul-betul lelah dan ingin beristirahat. Namun, saat wanita yang berkata seperti itu, ada sejuta makna yang disampaikan. Hal ini yang membuat mereka menduga-duga hal yang Anda maksud, walaupun sebenarnya mereka takut salah karena bisa berakibat “fatal” bagi hubungan.
Membaca Situasi
Untung saja kebanyakan wanita sulit menyembunyikan perasaannya dan tercermin dari tingkah laku, intonasi, serta ekspresi wajah. Dari sinilah pria mencoba menganalisa dan memahami perkataan Anda. Namun, suatu saat dia akan menyerah juga dan akhirnya bertanya to the point. Kalau sudah begini, lebih baik katakan terus terang saja karena mungkin kesabarannya telah habis.
Sedikit Kebebasan
Sering Memberi Hukuman
Sedikit Kebebasan
Saking cintanya, wanita sering menuntut untuk terus menghubunginya 24/7. Tak heran bila pria akan mengasosiasikan hubungan ini dengan mimpi buruk! Ada baiknya membuang jauh-jauh sifat clingy, dan jangan terlalu menggantungkan diri pada sang kekasih. Cobalah belajar untuk lebih percaya dengan apa yang ia lakukan.
Terlalu Banyak Aturan
Seringnya wanita ingin mengatur kehidupan pasangannya, dari frekuensi berkencan sampai gayanya berpakaian. Jangan begitu,darling! Meski ia sudah resmi jadi kekasih, bukan berarti Anda bisa mendominasi setiap detail, kan? Biarkan saja ia menjadi dirinya sendiri, bisa jadi ia malah terlihat jauh lebih baik dari yang Anda harapkan.
Sering Memberi Hukuman
Seringnya wanita memberikan hukuman atau ancaman ketika pria tidak menepati janjinya. misalnya, ketika seketika saja pria membatalkan janji kencannya bisa jadi ada hal yang memang tidak diinginkannya namun tidak bisa dihindarinya. Jangan langsung menghujaninya dengan rentetan pernyataan seperti, “Kamu kok gitu, sih?” atau “Kamu bohong ya?” Apalagi dengan nada yang menggertak! Dengar dulu penjelasannya, kemudian berikan respon saat Anda sudah tenang. Pasti jauh lebih mudah mengekspresikan perasaan, dibanding melakukannya dengan hati yang masih 'panas', bukan?
Sumber: Andinna (Cosmopolitan Indonesia) & berbagai.
Langganan:
Komentar (Atom)





