3.25.2011

Riauberaksi Tak Diam Dengan DELAY Indonesia


            Beberapa warga Riau tidak tinggal diam dengan DELAY (penundaan) yang kerap terjadi di Indonesia. Mereka adalah beberapa warga Riau yang peduli terhadap permasalahan sosioekonomi yang tergabung dalam Riauberaksi, sebuah komunitas seni peran yang telah terbentuk sejak tahun 2009 yang dibentuk oleh sutradara lulusan IKJ (Institut Kesenian Jakarta) Fakukltas Seni Pertunjukan, Willy Fwiandri. Mereka peduli terhadap masalah sosioekonomi yang dekat dengan kehidupan kita sebagai manusia.
“Kepada seluruh penumpang pesawat “Garuda di Dadaku” dengan nomor penerbangan G 1903 dengan tujuan Antah Berantah, silahkan memasuki pesawat”. Ya, sebuah pertunjukan apik dan kreatif berjudul DELAY telah ditampilkan oleh Riauberaksi pada Sabtu dan Minggu, 19 dan 20 Maret 2011 lalu di Anjung Seni Idrus Tintin, Bandar Serai Pekanbaru. Mereka mengangkat permasalahan sosial ekonomi di negeri ini yang sedang hangat dibahas kemudian diexplore dalam settingan ruang tunggu bandara. Dalam settingan tersebut mereka dengan apik mengisinya dengan permasalahan-permasalahan tersebut mulai dari permasalahan Gayus yang sangat populer, skandal Century, tabung gas LPG 3 kg, koin untuk presiden, PSSI, pencalonan kepala daerah, hingga kunjungan Miyabi dan Tsunami. Keunikan dapat dirasakan penonton seolah-olah mereka berada di bandar udara Biar Lambat Asal Selamat; mulai dari sistem dan tempat pemesana tiket yang diset layaknya check in di bandara, tiket pertunjukan yang dibuat seperti boarding pass, kursi penonton yang diset bak kursi di dalam pesawat, dan bahasa-bahasa yang sering kita temukan di bandara, seperti “bagi penonton diharapkan  check in  terlebih dahulu sebelum memasuki ruang pertunjukan”. Dan setelah memasuki ruang pertunjukan, penonton dibuat seolah-olah memasuki cabin pesawat.
Di dalam ruang tunggu bandara yang mengutamakan keselamatan penumpang (meski harus terlambat dan mendelay penerbangan terus) tersebut terdapat sekelompok orang yang telah muak menunggu pesawat mereka, Garuda di Dadaku, yang tak kunjung berangkat. Dalam penantian mereka pada saat itulah mulai muncul berbagai kejadian yang menggambarkan kisruhnya persoalan-persoalan  yang tengah menimpa bumi pertiwi ini. Persoalan PSSI yang digambarkan oleh salah seorang penumpang dengan seragam Timnas Garuda yang begitu mencintai Pertiwi(bumi pertiwi). Ia seolah-olah Irfan Bachdim yang berjuang demi timnas Indonesia, namun tak menyadari bahwa dirinya tak dihiraukan PSSI. Gambaran Gayus disini diperlihatkan bagaimana orang-orang di ruang tunggu tersebut beramai-ramai sibuk mencari-cari dimana Gayus, padahal sebenarnya Gayus ada di mana-mana, bahkan memungkinkan bahwa diri kita juga seorang Gayus. Koin untuk Presiden digambarkan oleh sepasang suami isteri yang merupakan orang sangat penting dan super sibuk memasuki ruang tunggu bandara, dimana sang isteri menginginkn semua hal dapat berjalan lancar dan mudah, sementara sang suami tak mempu melakukanya.  Kemudian sang suami mengemukakan keinginannya untuk mendapatkan kenaikan gaji atas posisi dan pekerjaannya. Selain itu, ada juga adegan dimana seorang mantan anggota DPR yang juga sedang menunggu, dengan mudahnya mendapatkan akses lancar karena menggunakan fasiulitas yang dianggapnya milik pribadi, padahal merupakan fasilitas anggota DPR yang seharusnya sudah ia kembalikan karena ia telah menjadi mantan anggota DPR. Dan masih banyak gambaran-gambaran lainnya, seperti bintang–bintang porno yang malah dicalonkan menjadi kepala daerah, pembagian tabung gas LPG 3kg yang malah mnenimbulkan ledakan dan permasalahan di masyarakat, serta kedatangan Miyabi yang mendapat pertentangan FPI.
Menurut Yoserizal Zen, DELAY (penundaan) pergerakan suatu benda merupakan peristiwa lazim sehingga manusia menjadi “membiasakan” diri saaat DELAY datang menderanya. Beliau menambahkan bahwa dalam bingkai kesenian, seniman merekam berbagai permasalahan sosial menjadi karya seni yang perlu dicermati maknanya. Misalnya di bandara, DELAY merupakan sesuatu yang terbiasa dialami penumpang. Namun penyebabnya bisa saja dikarenakan kondisi alam. Seperti gempa, tsunami dan lain sebagainya. Akibatnya tiudak sedikit terjadi pertengkaran antara pemakai jasa dengan penjual jasa. Dan penyelesaiannya pun tidak memuaskan pemakai jasa.
Sang Sutradara sendiri menuturkan bahwa ide-ide kreatifnya berasal dari permasalahan sehari-hari yang ada disekitar kita. Dan apa yang beliau tuangkan dalam DELAY merupakan gambaran yang sedang terjadi di negeri ini, dimana banyak hal telah dipolitisi, tidak hanya pada aspek sosial dan ekonomi saja, namun juga pada seni, budaya dan olahraga. Dan parahnya lagi, ketika bencana melanda negeri ini, masih saja banyak pihak yang memanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya. Disamping itu, beliau lebih banyak mengangkat permasalahan sosial ekonomi sehari-hari, karena beliau menyadari  penonton tidak lahir di zaman Hang Tuah. Sehingga ketika kita mementaskan sejarah yang telah lalu, penonton banyak yang tidak paham dan cenderung merasa bosan serta ingin meninggalkan ruiang perytunjukan sebelum pertunjukan berakhir. Sedangkan, bang Willy sendiri ingin agar bagaimana penonton tahu apa yang sedang terjadi di sekitarnya dan mereka menikmati pertunjukan yang meka tonton hingga timbul rasa penasaran yang membuat mereka ingin terus duduk menikmati pertunjukan hingga selesai. Beliau juga berharap agar kita bangga menjadi bangsa negeri ini, bangsa Indonesia, bagaimanapun kondisi negeri ini. Dan harapan besarnya adalah mampu mengangkat dan memajukan Teater Riau.

1.23.2011

Reunian On The Line

I'm laying it
On the line to show you
I'll never let you go
On the line for your love
There's nothing
I want more
Another dead end street
Another love gone wrong
Another shattered dream
Always the same old song
I started thinking that
You'd never come along
I got all this love inside
That I'm sure you want tonight
I'm wishing you
What I've been through
To get to you

I'm laying it
On the line to show you
I'll never let you go
On the line for your love
There's nothing
I want more
When you smile
I feel my heart open
And I know there's nothing
That I wouldn't do
I'm layin' it
On the line this time
Just to be with you

After everything
My heart's been through
I treasure, every moment
I spend with you
For me to feel this way
Is something new
Now it's got a hold of me
It's making me believe
That what
We got is something
Unlike any other

I'm laying it
On the line to show you
I'll never let you go
On the line for your love
There's nothing
I want more
When you smile
I feel my heart open
And I know there's nothing
That I wouldn't do
(I wouldn't do)
I'm layin' it
On the line this time
Just to be with you

Oh, oh
Yeah, yeah

If you're thinking,
What you're thinking
Girl, all you gotta do
Is say the word

If you tell me
What you need
I can get you
What you're asking for

When I didn't have a prayer
I thought nobody cared
I turned around and
You were there
How I've been
(Oh)
Waiting for you
(Waiting for you baby)
And I want you to know
(And I want you to know)

On the line to show you
That I'll never let you go
On the line for your love
There's nothing
I want more
When you smile
I feel my heart open
And I know there's nothing
That I wouldn't do
(Nothing that I wouldn't do)

I'm laying it
On the line to show you
(Never gonna let you go
Never gonna let you go)
On the line for your love
There's nothing
I want more
When you smile
I feel my heart open
And I know there's nothing
That I would not do
I'm layin' it
On the line this time
Just to be with you

I get a feeling
I can't explain
Whenever your eyes meet mine
My heart spins in circles
And I lose all space and time
And now that we're standing face to face
Somethin' tells me
It's gonna be okay

And I'm ready to fall in love tonight
Ready to hold my heart open wide
I can't promise forever but baby I'll try
Yes, I'm ready to fall in love tonight

I know you've been watching
Choosin' your moment
I've been dreaming of that day
No one before you has gotten to me this way
And now that we're standing face to face
There's something that I need to say

And I'm ready to fall in love tonight
Ready to hold my heart open wide
I can't promise forever but baby I'll try
Yes, I'm ready to fall in love tonight

Nothing is certain, this I know
Wherever we're headed I'm ready to go
I can't promise forever but baby I'll try
Yes I'm ready to fall in love tonight
Yes I'm ready to fall in love tonight
Yes, I'm ready to fall in love tonight
  

1.02.2011

BERTAHAN DENGAN RASA TIDAK NYAMAN

Hadapilah rasa tidak nyaman itu,
Ucapkan selamat datang, dan berjalan bersama
sampai rasa itu menjadi matang dan berubah
menjadi suatu keberhasilan, kepuasan, dan kebanggaan

Di balik segala kepuasan yang ingin pertahankan oleh hamper setiap orang, ada beberapa rasa tidak nyaman yang hamper setiap orang ingin hindari. Tak datpun yang dikagumi oelh manusia didapatkan dengan cara kebetulan. Entah itu rumah yang bersih, sebuah taman yang indah, masa pension yang makmur, atau anak yang sopan. Dibutuhkan ketabahan untuk belajar sampai tengah malam atau bangun pagi sebelum matahari terbit untuk melakukan olahraga. Ini berarti menarik ke dalam hidup kita apa yang sebagian besar orang berusaha hindari: disiplin, ketekunan, aturan hidup, pengulangan, dan kepuasan yang tertunda. Anggaplah hal tersebut sebagai sekolah militer untuk memperoleh hidup yang menyenangkan.

Ini bukan berarti rasa tidak nyaman sendiri itu memang diinginkan. Namun seringkali jika kita ingin melewatinya sedikit saja, hal itu beralih ke sesuatu yang lain. Mungkin saja anda pernah mengalami rasa sangat segan untuk melakukan latihan aerobic, tetapi anda tetap saja memulainya, dan merasa menjadi enak saat selesai. Sama saja dengan mengerjakan urusan surat menyurat, tumpukan pakaian kusut. Masalah yang terlihat seperti suatu penyebab kesengsaraan. Namun sekali lagi, begitu mulai menulis atau menyetrika, pekerjaan itu akan menjadi hidup dengan sendirinya dan secara mengejutkan akan berubah menjadi menyenangkan.

Apakah hanya berupa rasa tidak nyaman dari hidup sehari-hari atau berupa beberapa ujian penting atas kegigihan, kita memiliki sumber-sumber yang dapat menolong kita melewatinya. Ingatlah bahwa tidak satupun yang akan berlangsung selamanya; bertahanlah dengan rasa tidak nyamana itu sekarang dan sebaliknya berjuanglah maju sedikit demi sedikit. Percayalah pada apa yang sedang kita lakukan. Dan ketahuilah bahwa di atas segalanya, kita tidak pernah melewatinya sendirian.

Berdamailah dengan rasa tidak nyaman itu dengan menganggapnya sebagai harga tiket masuk ke kehidupan kita yang kita inginkan. Hadapilah rasa tidak nyaman itu, ucapkan selamat datang, dan berjalanlah bersamanya sampai menjadi matang, dan berubah menjadi suatu keberhasilan, kepuasan, serta kebanggaan. Kenali rasa tidak nyaman ini sesedikit mungkin sehingga tidak menjadi terhambat dan terhenti. Lawanlah keinginan untuk berbalik arah walau untuk beberapa saat merasa tersiksa karena harus menulis disertai atau berhenti merokok, kita telah dapat menghadapi dan melewatinya. Orang-orang yang ingin mengetahuinya sudah tahu—terutama diri kita sendiri.

Source: Victoria Moran

12.28.2010

Lala feat Christian Bautista - Unsaid

[GirL:]
Here I am on my own
Trying hard to let go
Wish I could say goodbye
To a love I tried hard to deny

No I can't run from the past
I'm holding on to a dream that won't last

Truly forever my love is just for you
But now you belong to someone new
Dreaming that someday, I'd share my life with you
I'm hoping, you feel the same way too

[Boy:]
If only I cud turn back time
To the place where I first saw your sweet smile
Cause there in your eyes, I saw something true
And I just can't erase, these memories of you

Truly forever my love is just for you
This heart was never meant to someone new
Dreaming that someday, I'd share my life with you
I'm hoping, you feel the same way too

And all my life (all my life)
Is just for you...

Do you feel it too? (Do you feel it too?)

Truly Forever... (Truly Forever)
My Baby Forever Only for you... (Only for you)
And now it's too late (But now it's too late)
Time did not wait (Time did not wait)
Maybe, it's better left unsaid

I wish that you
Somehow knew
That deep inside
I feel the same way too...

More lyrics: http://www.lyricsmode.com/lyrics/c/christian_bautista/#share

Stars by Lala

You like to look at the stars...
You know the constalations...
And you'd show me with that smile...
A smile that's worth a while...

Every little thing that you do...
Release me from my blue...
And all the little things that you do...
So lovely and i love you...

You look so bright tonight...
Each time that i lie, touches your eyes...
I wish this moment to stay...
I wouldn't want it to go away...

'coz every little thing that you do...
Release me from my blue...
All the little thing that you do...
So lovely and i love you...

I look up to the skies...
Imagine you will recess my mind...
I knew it from the start..
You belong here in my heart...
In my whole world... oh yeah...

Wooohh... oh yeahhh....

'coz every little thing that you do...
Release me from my blue...
And all the little things that you do...
So lovely and i love you...

You like to look at the stars...
You know the constalations...
And you'd show me with that smile...
A smile that's worth a while...

Lala, Artis Indonesia yang Lebih Populer di Filipina

Lala - Stars
Lala - Stars

Terkenal dan Ciptakan Lagu karena Kesabaran 
Bagi sebagian orang, mendulang rezeki lebih baik di negeri sendiri. Namun, tidak demikian halnya bagi Karmela Mudayatri Herradura Kartodirdjo alias Lala. Dia lebih dikenal dan punya banyak penggemar di Filipina.
Sekitar 2004 sampai awal 2006, Lala memulai karir sebagai pemain sinetron. Ada beberapa sinetron yang mempertontonkan akting Lala. Di antaranya, Senandung Masa Puber, Di Sini Ada Cinta, dan Incredible Tales.
Selain sinetron, penyanyi yang baru merilis album terbaru, Star, itu giat berlatih dan manggung bersama grup bandnya, Inersia. Mereka juga merilis album secara indie alias nonlabel. ”Tapi, waktu itu band indie susah dikenal. Akhirnya ya begitu saja lewat,” ucap Lala saat wawancara di Hotel Gran Mahakam, Kamis (27/11).
Namun, tanpa disangka, lagu berjudul Bersama yang menjadi andalan dalam albumnya itu mengantarkan Lala menjadi seorang penyanyi solo. “Suatu hari, my friend from Filipina main ke Indonesia dan dengar itu lagu. Dia suka dan minta lagunya untuk ditawarkan ke temannya di Warner Music Filipina,” ungkap Rose Marie, ibu kandung Lala kelahiran Filipina, yang juga bergabung saat wawancara.
Beberapa saat kemudian, Lala ditawari rekaman. Namun, tawaran pertama itu terpaksa ditolak karena dirinya harus menyelesaikan kuliah dan masih punya kontrak syuting sinetron. ”Aku bilang tunggu lulus,” kenang Lala yang kini sudah menyandang gelar sarjana sastra Inggris dari Universitas Indonesia tersebut.
Pada 2006, dia lulus kuliah. Sekitar Juni berangkat ke Filipina untuk meraih cita-citanya, menjadi penyanyi. ”Sejak kecil aku memang senang menyanyi dan sangat menginginkannya,” tegas perempuan kelahiran 2 April 1985 tersebut.
Meski begitu, semua tak seindah yang dibayangkan. Lala harus bersabar sekitar enam bulan karena nasibnya terkatung-katung. ”Menunggu jadwal rekaman tanpa kepastian. Butuh kesabaran ekstra,” ujar bungsu di antara tiga bersaudara dari pasangan Eko Kartodirdjo dan Rose Marie itu.
Tapi, dia tidak tinggal diam. Perempuan berkulit putih tersebut mengisi hari demi harinya dengan bekerja paro waktu di perusahaan contain provider di sana. ”Jadi, aku bikin kata-kata untuk SMS, kuis yang seperti ketik reg bla bla bla. Ya begitu-begitu lah,” jelasnya.
Menurut dia, pekerjaan itu cukup lumayan. Gajinya cukup untuk makan dan belanja. Untuk tempat tinggal, Lala aman karena ada rumah neneknya. ”Aku kerja mulai pagi sampai sore,” ujarnya.
Malamnya, dia mengisi dengan hobi, yaitu bermain musik. Dia berkenalan dengan beberapa pemusik di sana, salah satunya saudaranya. ”Bandnya aku kasih nama Djiwa karena kami main musik harus dengan jiwa. Mereka senang aku kasih nama itu,” ungkap Lala bangga.
Tidak sekadar berlatih, Lala juga manggung dari kafe ke kafe di Manila. Dari kegiatan tersebut, Lala sang vokalis banyak kenal musisi dan artis Filipina. ”Dapat uang tambahan juga,” katanya.
Di tengah kesibukan, dia tetap sering teringat pada tawaran rekaman. Bagaimanapun, menurut dia, rekaman itu penting karena merupakan jembatan untuk menjadikan dirinya penyanyi profesional. ”Sampai suatu hari, aku bosan. Saat merenung di toilet, tercipta lagu Waitin ini,” jelasnya.
Awal 2007, saat yang ditunggu itu tiba. Lala rekaman dan menjadi penyanyi Filipina asal Indonesia yang sudah dikenal. Lagu Waitin menjadi salah satu lagu andalan dalam albumnya yang berjudul Star. ”Di antara delapan lagu, enam lagu aku ciptakan sendiri. Memang semua bahasa Inggris. Tapi, aku ingin bilang ke semua orang bahwa aku orang Indonesia,” tegasnya.
Track List :
01. Waitin
02. Unperfect
03. What About You
04. Better Off Alone
05. Stars
06. Unsaid (Feat. Christian Bautista)
07. It’s You
08. Not Your Ordinary Girl
09. Unperfect (Acoustic)
10. What About You (Acoustic)

12.27.2010

Brungkat


Srawung Seni Candi Sukuh
Candi Sukuh, Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah
Jumat, 31 Desember 2010, 15.00 WIB

Brungkat merupakan pertunjukan teater produksi ke-12 Seni Teku, Yogyakarta. Pertunjukan yang disutradarai Ibed Surgana Yuga ini mencoba untuk mengakrabi ruang sejarah, ruang mitologi, ruang sosial-budaya dan ruang fisik yang melingkupi Candi Sukuh, dengan perspektif imajinasi ruang dan waktu kekinian.

Brungkat tidak berangkat dari naskah lakon tertulis. Teks pertunjukan dicomot dari berbagai teks yang berseliweran pada Candi Sukuh di Gunung Lawu. Teks-teks itu antara lain, sejarah keberadaan candi yang berkaitan dengan migrasi orang-orang Majapahit ke Gunung Lawu, teks hubungan sosial-budaya antara candi dan masyarakat sekitar, teks-teks mitos yang direliefkan di candi—seperti mitos Dewa Ruci dan mitos Garudea.

Brungkat tidak bertendensi untuk menjadi pertunjukan yang merefleksi hubungan manusia (Indonesia) kini dengan keberadaan peninggalan kuno (Candi Sukuh) beserta berbagai teks yang ada di dalamnya. Brungkat hanya sebuah peristiwa (pertunjukan) yang sekadar melintas di ruang yang ditinggalkan masa lalu, yang barangkali seperti lintasan sejarah yang patut dicatat atau dilupakan.

Pelaku: Marya Yulita Sari, Andika Ananda, Mochalmad Jibna, Dina Triastuti, Penata Panggung: Miftakul Efendi, Agus Salim Bureg,Penata Bunyi: Lintang Radittya, Febrian Eko Mulyono, Penata Rias: Nanang Arizona, Pimpinan Produksi: Dina Triastuti, Sutradara & Ide Teks: Ibed Surgana Yuga.

Seni Teku merupakan komunitas seni yang berdomisili di Yogyakarta, Indonesia, dengan aktivitas utamanya menciptakan seni pertunjukan. Didirikan di Yogyakarta pada 1 Maret 2005, Seni Teku menciptakan seni pertunjukan berdasarkan eksplorasi terhadap berbagai aspek dan bentuk folklor dari berbagai wilayah budaya tradisi yang ada. Pertunjukan Seni Teku mengedepankan konsep mengakrabi ruang serta meminimalkan atau melenyapkan jarak antara pertunjukan dengan penonton.

Pondok Bambu Kuning, Cabean, Jl. Parangtritis KM 7 Sewon, Bantul, Yogyakarta 55188, Indonesia.