Terkenal dan Ciptakan Lagu karena Kesabaran
Bagi sebagian orang, mendulang rezeki lebih baik di negeri sendiri. Namun, tidak demikian halnya bagi Karmela Mudayatri Herradura Kartodirdjo alias Lala. Dia lebih dikenal dan punya banyak penggemar di Filipina.
Sekitar 2004 sampai awal 2006, Lala memulai karir sebagai pemain sinetron. Ada beberapa sinetron yang mempertontonkan akting Lala. Di antaranya, Senandung Masa Puber, Di Sini Ada Cinta, dan Incredible Tales.
Selain sinetron, penyanyi yang baru merilis album terbaru, Star, itu giat berlatih dan manggung bersama grup bandnya, Inersia. Mereka juga merilis album secara indie alias nonlabel. ”Tapi, waktu itu band indie susah dikenal. Akhirnya ya begitu saja lewat,” ucap Lala saat wawancara di Hotel Gran Mahakam, Kamis (27/11).
Namun, tanpa disangka, lagu berjudul Bersama yang menjadi andalan dalam albumnya itu mengantarkan Lala menjadi seorang penyanyi solo. “Suatu hari, my friend from Filipina main ke Indonesia dan dengar itu lagu. Dia suka dan minta lagunya untuk ditawarkan ke temannya di Warner Music Filipina,” ungkap Rose Marie, ibu kandung Lala kelahiran Filipina, yang juga bergabung saat wawancara.
Beberapa saat kemudian, Lala ditawari rekaman. Namun, tawaran pertama itu terpaksa ditolak karena dirinya harus menyelesaikan kuliah dan masih punya kontrak syuting sinetron. ”Aku bilang tunggu lulus,” kenang Lala yang kini sudah menyandang gelar sarjana sastra Inggris dari Universitas Indonesia tersebut.
Pada 2006, dia lulus kuliah. Sekitar Juni berangkat ke Filipina untuk meraih cita-citanya, menjadi penyanyi. ”Sejak kecil aku memang senang menyanyi dan sangat menginginkannya,” tegas perempuan kelahiran 2 April 1985 tersebut.
Meski begitu, semua tak seindah yang dibayangkan. Lala harus bersabar sekitar enam bulan karena nasibnya terkatung-katung. ”Menunggu jadwal rekaman tanpa kepastian. Butuh kesabaran ekstra,” ujar bungsu di antara tiga bersaudara dari pasangan Eko Kartodirdjo dan Rose Marie itu.
Tapi, dia tidak tinggal diam. Perempuan berkulit putih tersebut mengisi hari demi harinya dengan bekerja paro waktu di perusahaan contain provider di sana. ”Jadi, aku bikin kata-kata untuk SMS, kuis yang seperti ketik reg bla bla bla. Ya begitu-begitu lah,” jelasnya.
Menurut dia, pekerjaan itu cukup lumayan. Gajinya cukup untuk makan dan belanja. Untuk tempat tinggal, Lala aman karena ada rumah neneknya. ”Aku kerja mulai pagi sampai sore,” ujarnya.
Malamnya, dia mengisi dengan hobi, yaitu bermain musik. Dia berkenalan dengan beberapa pemusik di sana, salah satunya saudaranya. ”Bandnya aku kasih nama Djiwa karena kami main musik harus dengan jiwa. Mereka senang aku kasih nama itu,” ungkap Lala bangga.
Tidak sekadar berlatih, Lala juga manggung dari kafe ke kafe di Manila. Dari kegiatan tersebut, Lala sang vokalis banyak kenal musisi dan artis Filipina. ”Dapat uang tambahan juga,” katanya.
Di tengah kesibukan, dia tetap sering teringat pada tawaran rekaman. Bagaimanapun, menurut dia, rekaman itu penting karena merupakan jembatan untuk menjadikan dirinya penyanyi profesional. ”Sampai suatu hari, aku bosan. Saat merenung di toilet, tercipta lagu Waitin ini,” jelasnya.
Awal 2007, saat yang ditunggu itu tiba. Lala rekaman dan menjadi penyanyi Filipina asal Indonesia yang sudah dikenal. Lagu Waitin menjadi salah satu lagu andalan dalam albumnya yang berjudul Star. ”Di antara delapan lagu, enam lagu aku ciptakan sendiri. Memang semua bahasa Inggris. Tapi, aku ingin bilang ke semua orang bahwa aku orang Indonesia,” tegasnya.
Track List :
01. Waitin
02. Unperfect
03. What About You
04. Better Off Alone
05. Stars
06. Unsaid (Feat. Christian Bautista)
07. It’s You
08. Not Your Ordinary Girl
09. Unperfect (Acoustic)
10. What About You (Acoustic)
01. Waitin
02. Unperfect
03. What About You
04. Better Off Alone
05. Stars
06. Unsaid (Feat. Christian Bautista)
07. It’s You
08. Not Your Ordinary Girl
09. Unperfect (Acoustic)
10. What About You (Acoustic)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar